4 Tips Membeli Rumah Agar Tidak Tertipu Oleh Pengembang

4 Tips Membeli Rumah Agar Tidak Tertipu Oleh Pengembang

Tips Membeli Rumah Agar Tidak Tertipu – Image: economy.okezone.com

4 Tips Membeli Rumah Agar Tidak Tertipu Oleh Pengembang – Bagi yang sudah mapan dalam bekerja pastinya ingin sekali membeli rumah yang layak yang bertujuan untuk membangun kehidupannya. Akan tetapi membeli rumah tak semudah seperti membalikkan telapak tangan, Anda mesti mempunyai rencana yang tepat sebelum memutuskan untuk membelinya.

Baca: Beli Rumah Dekat Jalan Raya ? Pertimbangkan Dulu Risikonya

Membeli hunian dari pengembang properti lebih mudah dari pada membangun sendiri, sebab hanya dengan memberikan uang muka atau Down Payment (DP) sekitar 20 % hingga 30% dari harga rumah tersebut maka kita bisa memilikinya dan sisanya bisa dicicil sekitar 15 hingga 20 tahun. Namun membeli hunian dari pengembang rumah tentunya bukan tanpa risiko, dalam sejumlah kasus terdapat cukup banyak konsumen yang dirugikan karena pengembang properti nakal. Supaya tidak tertipu berikut ini ada 4 Tips Membeli Rumah Agar Tidak Tertipu Oleh Pengembang, berikut ulasannya.

Tips Membeli Rumah Agar Tidak Tertipu Oleh Pengembang

Periksa penjual

Supaya tidak dicurangi pengembang maka sebagai konsumen mesti mengetahui terlebih dahulu Trck Record-nya serta mesti memperhatikan bekerja sama dengan siapa saja pengembang tersebut. Hal ini sangat penting dilakukan sebab setiap dalam penjualan properti terlebih rumah biasanya pengembang didukung oleh fasilitas modal kerja konstruksi serta Kredit Pemilikan Rumah atau KPR dari perbankan.

Apabila pengembang tersebut memperoleh dukungan kredit modal kerja konstruksi serta KPR dari perbankan tentunya sudah terdapat perjanjian kerja samanya. Mesti diingat, pihak bank akan bersedia memberikan kerja sama kepada pengembang apa jika pengembang tersebut dinilai baik dan layak oleh bank. Adapun kelayakan tersebut di nilai dari segi legalitas pengembang selalu bidang usaha serta badan hukum, bonafiditas pengembang dari segi kemampuan permodalan, legalitas hak atas tanak area proyek, legalitas perizinan ( Izin mendirikan bangunan atau IMB dan izin lokasi ) konsep yang akan direncanakan, serta marketabilitasnya.

Baca: Strategi Jitu Memiliki Properti Seharga Rp2 miliar Sebelum Usia 30 Tahun

Tidak hanya bekerja sama dengan bank saja, namun developer atau pengembang pun bekerja sama dengan PPAT atau Notaris. Sebelum membelinya, terlebih dahulu pastikanlah siapa bank serta notaris yang bekerja sama dengan pengembang tersebut, sebab kedua instansi tersebut adalah sumber informasi yang paling baik serta tepercaya untuk memperoleh informasi.

Hak atas tanah.

Supaya tidak tertipu oleh pengembang jangan lupa pula untuk memastikan status hak atas tanah tersebut. Apakah berstatus Hak Milik, Hak Guna Bangunan (HGB) atau Hak Pakai.
Untuk Hak Milik umumnya dipegang jika terdapat KSO ( Kerjasama Operasi) atau Joint Operation dengan pemilik tanah perorangan.
Jika Hak Guna Bangunan (HGB) maka mesti memastikan asal muasal HGB-nya. Apakah berasal dari tanah yang dikuasai langsung oleh negara atau berasal dari HPL atau Hak Pengelolaan Lahan. Untuk HGB ini lebih baik pilihlah tanah yang di kuasai langsung oleh negara. Apabila HGB tersebut berasal dari HPL, maka sewaktu proses perpanjangan jangka waktu HGB membutuhkan persetujuan pemegang HPL terlebih dahulu.

Proses transaksi.

Sewaktu pemesanan (booking fee), mintalah untuk mencantumkan secara tertulis di dalam surat pemesanan yang dibuatkan oleh pengembang perihal apa saja yang dijanjikan oleh pengembang tersebut, sehingga Anda sebagai calon pembeli tak hanya memegang “Janji Manis” saja dari pengembang properti tersebut.

Ketika proses penandatanganan PPJB atau Perjanjian Pengikatan Jual Beli, maka mesti memastikan siapa saja yang akan menandatangani PPJB tersebut, termasuk pastikan status pengembang, apakah pengembang berstatus badan hukum ataukah pribadi. Periksa pula secara teliti poin yang ada di dalam PPJB semisal harga jual, waktu serah terima, biaya lainnya yang mesti ditanggung pembeli serta sejumlah ketentuan lainnya semisal sanksi atau denda.

Serah terima.

Sewaktu proses serah terima, pastikanlah terlebih dahulu spesifikasi rumah baik itu lokasi, bentuk, luas, bahan material dan lainnya, apakah semua itu sudah sesuai dengan apa yang tertera di dalam PPJB.
Apabila terdapat ketidaksesuaian, maka Anda berhak untuk menolak penandatanganan berita acara serah terima.

Demikianlah 4 Tips Membeli Rumah Agar Tidak Tertipu Oleh Pengembang, apabila ada tips lain silahkan berbagi melalui komentar.

3 Comments

  1. diana 26 November 2015
  2. Jual Rumah Di Surabaya 10 Desember 2016
  3. Jual Rumah Di Surabaya 10 Desember 2016

Add Comment