Inilah 6 Cara Pengajuan KPR Rumah Bersubsidi Agar Diterima

Inilah 6 Cara Pengajuan KPR Rumah Bersubsidi Agar Disetujui

Inilah 6 Cara Pengajuan KPR Rumah Bersubsidi Agar Disetujui

Inilah 6 Cara Pengajuan KPR Rumah Bersubsidi Agar Disetujui – Apabila Anda termasuk ke dalam kelompok masyarakat berpenghasilan rendah serta ingin mempunyai rumah impian, rumah subsidi bisa menjadi solusinya. Tidak hanya harga rumah yang lebih murah saja, namun promosi yang ditawarkan oleh program Kredit Pemilikan Rumah bersubsidi ini pun cukup menggiurkan konsumen. Bunga yang ditawarkan juga lebih rendah ketimbang bunga pada fasilitas KPR normal ataupun konvensional.

Jenis Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi adalah program yang disiapkan oleh pemerintah yang bekerja sama dengan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau Kemen PUPR.

Adapun sasaran program ini adalah bagi Anda yang baru akan mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) untuk pertama kalinya serta berasal dari masyarakat dengan penghasilan rendah. Jadi, bagi Anda yang sudah mempunyai satu rumah ataupun lebih, tidak berhak untuk memperoleh subsidi atau mengikuti program ini.

Bagi Anda yang ingin mengajukan KPR bersubsidi, sebaiknya perhatikanlah terlebih dahulu beberapa hal ini. Berikut cara pengajuan kpr rumah bersubsidi yang mesti dilakukan.

Cara Pengajuan KPR Rumah Bersubsidi Agar Diterima

1. Lengkapi Dokumen Persyaratan Kredit

Pihak bank akan menetapkan sejumlah syarat yang mesti dipatuhi oleh pihak pemohon, seperti penduduk yang memiliki penghasilan tetap namun belum memiliki rumah serta belum pernah memperoleh subsidi dari Kemen PUPR. Selain itu, pemohon pun sudah mempunyai Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) serta fotokopi Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak (SPT Pajak) dan PPh.

2. Status Harus Karyawan tetap

Cara pengajuan kpr rumah bersubsidi adalah Anda harus berstatus sebagai karyawan, namun pastikan bahwa Anda bukanlah karyawan kontrak. Untuk bisa mendapatkan program KPR bersubsidi, Anda mesti sudah berstatus karyawan tetap setidaknya selama 2 tahun. Hal ini dikarenakan mengingat angsuran yang cukup panjang, sehingga di masa yang akan datang atau masa depan tidak ada kemacetan dalam proses pembayaran andsuran.

3. Pendapatan Harus Sesuai

Menurut peraturan pemerintah, pemohon kpr subsidi pemerintah harus mempunyai penghasilan maksimal sebesar Rp 4 juta untuk rumah tapak, dan sekitar Rp 7 juta untuk rumah susun (rusun).

4. Tentukan Rumah yang Akan Dibeli

Cara pengajuan kpr rumah bersubsidi selanjutnya adalah datangilah pengembang perumahan untuk bisa mengetahui tipe-tipe rumah mana saja yang dapat masuk ke dalam kriteria rumah bersubsidi. Pilihlah rumah dengan letak yang strategis dan berada tidak jauh dari tempat Anda mencari nafkah serta adanya fasilitas umum yang memadai. Selain itu, perhatikan pula bahwa harga rumah tersebut tidak melebihi subsidi yang diberikan.

Baca: 4 Tips Membeli Rumah Agar Tidak Tertipu Oleh Pengembang

5. Cek Performa Keuangan

Sebelum Anda mengajukan KPR rumah bersubsidi, pastikanlah bahwa Anda tidak pernah bermasalah terhadap kredit apapun. Jika Anda sudah masuk ke dalam Black list Bank Indonesia (BI). Bank Indonesia mempunyai semua catatan kredit Anda. Tak sedikit yang mengalami penolakan KPR, sebab mereka sering menunggak pembayaran kredit sebelumnya.

6. Penuhi Panggilan Sesuai Jadwal

Disiplin waktu, menyiapkan semua dokumen, serta datang memenuh panggilan sesuai jadwal yang sudah ditetapkan merupakan kewajiban. Biasanya pihak bank akan melakukan panggilan melalui seluler.

Sesudah KPR bersubsidi disetujui, maka pastikanlah untuk membayarnya tepat waktu setiap bulan. Jangan sampai rumah Anda ditempel Plank seperti “Rumah ini sedang dalam pengawasan bank” ataupun “Rumah ini dilelang” Sangat disayangkan sekali bukan apabila Anda sudah memperoleh fasilitas rumah namun pada akhirnya rumah tersebut mesti ditarik kembali oleh pihak bank.

Add Comment