Agen Properti dan Makelar Rumah, Apa Perbedaannya, dan Mana yang Terbaik?

Menjadi Agen Properti Sukses

Menjadi Agen Properti Sukses

Mungkin Anda sudah sering dengar mengenai kata Properti. Mungkin juga Anda sudah sering melihat spanduk “rumah dijual”, “rumah dijual tanpa perantara”, atau bahkan spanduk yang bertuliskan “rumah dijual sertifikat HM”. Jika Anda sudah sering melihat spanduk-spanduk tersebut, berarti rumah yang diberi spanduk tersebut adalah rumah tersebut adalah “aset” yang dimiliki oleh agen properti dengan tujuan untuk menjual kembali hak kepemilikan rumah dari pemilik sebelumnya.

Di sini agen properti lah yang bekerja mengatur segala sesuatu mengenai penjualan dan pembelian aset. Jika terjadi transaksi atau aset tersebut berhasil terjual maka, agen properti tersebut akan mendapatkan komisi sebesar yang tertera pada akta jual beli tanah pdf atau rumah dan atau surat perjanjian antara agen properti dengan pemilik aset sebelumnya.

Apa itu agen properti dan apa saja keuntungan yang didapat?

Agen properti merupakan salah satu pemain dalam bisnis properti. Keuntungan menjadi agen properti dalam bisnis properti terbilang cukup banyak. Kita ambil contoh, agen properti A memiliki hak jual atas aset yang bernilai Rp. 500 juta dengan komisi penjualan sebesar 20%. Itu artinya bila aset tersebut berhasil terjual dengan nilai Rp. 500 juta, maka besarnya komisi agen properti yang didapat adalah sebesar Rp. 100 juta. Sangat fantastis, bukan ?.

Untuk dapat menghasilkan penjualan, Anda harus menemukan daftar calon pembeli rumah dan tanah yang tepat. Sebelum menemukan calon pembeli rumah dan tanah yang tepat, Anda akan dihadapkan pada fase menunggu. Artinya ketika memasuki fase menunggu, Anda harus melayani banyak pembeli yang “kurang atau tidak potensial”.

Ciri pembeli rumah dan tanah yang tepat adalah mereka kadang meminta untuk menurunkan harga properti, atau kadang juga ada calon pembeli yang hanya sekedar iseng. Terkadang Anda juga harus “lempar-jemput bola”, Anda harus bersusah payah untuk menunggu calon pembeli rumah dan tanah yang potensial. Jadi kesimpulannya aset Anda tidak bisa serta merta “cair” dalam waktu singkat.

Pemain dalam bisnis properti tidak hanya agen properti saja, ada juga yang dinamakan makelar rumah. Makelar rumah ini bisa dikatakan versi lain dari agen properti. Komisi makelar rumah sama seperti contoh komisi agen properti. Perbedaan agen properti dengan makelar rumah yakni makelar rumah cenderung “tidak atau kurang profesional”. Mengapa bisa demikian ? Simak artikel ini lebih lanjut.

Jika Anda ingin menjadi agen properti, Anda harus terdaftar sebagai badan usaha properti di notaris. Untuk bisa “lolos” dan mendapatkan pengesahan dari notaris, Anda perlu memiliki modal kurang lebih 70 juta dan minimal 5 orang karyawan.

Kemudian, jika Anda ingin menjadi makelar rumah, maka Anda tidak perlu membentuk badan usaha resmi atau legal. Bahkan jika Anda seorang diri pun masih bisa menjadi makelar rumah, asalkan ada kerja sama dengan bukti hitam di atas putih dari “penjual aset”, bahwa Anda memang benar-benar ditunjuk sebagai makelar (perantara penjualan) aset tersebut.

Jadi dengan kata lain siapa saja bisa menjadi makelar rumah, bahkan orang awam sekalipun. Namun untuk menjadi makelar rumah Anda harus tahu cara kerja makelar rumah bagaimana mereka sampai bisa menghasilkan transaksi.

Lalu bagaimana caranya supaya bisa menghasilkan transaksi?

Menjadi Agen Properti Sukses

Caranya adalah Anda harus sering melakukan observasi di lingkungan rumah Anda, temukan pemilik rumah yang ingin menjual rumahnya. Anda bisa Tanya ke tetangga, atau langsung menemui ketua RT setempat . Selain itu bisa pula mengunjungi beberapa permukiman (perumahan) baru, biasanya banyak rumah-rumah yang dijual. Setelah itu, Anda dapatkan identitas pemilik rumah tersebut, lalu tawarkan keinginan Anda untuk menjadi makelar aset (rumah) tersebut. Baru kemudian Anda lakukan pemasaran.

Setelah Anda menemukan pembeli yang potensial, Anda ajak pembeli tersebut untuk bertemu ke lokasi rumah yang dijual. Anda bisa memberikan sedikit penjelasan mengenai spesifikasi rumah, luas tanah, luas bangunan, pokoknya promosikan kelebihan rumah yang Anda jual itu.

Jika ada deal, maka bicarakan dengan pemilik rumah yang akan dijual untuk segera mengurus surat-surat, sertifikat tanah, dan akta jual beli, baru kemudian jika sudah masuk ke tahap “serah terima kunci”, baru Anda bisa mendapatkan komisinya.

Add Comment