Tanya Jawab Masalah Seputar Pengajuan KPR

Tanya Jawab Masalah Seputar Pengajuan KPR

Tanya Jawab Masalah Seputar Pengajuan KPR – Image: commons.wikimedia.org / INDONESIA INTERIOR AND EXTERIOR

Tanya Jawab Masalah Seputar Pengajuan KPR – KPR atau Kredit Pemilikan Rumah menjadi salah satu fasilitas dalam pembiaya rumah yang masih digunakan oleh masyarakat urban sekarang ini. Akan tetapi, tidak semuanya paham dan mengerti mengenai fasilitas perbankan yang satu ini sehingga menimbulkan sejumlah pertanyaan yang membuat bimbang.

Ketika mengajukan KPR atau Kredit Pemilikan Rumah sering ada pertanyaan yang terbesit di dalam benak kita, pertanyaan-pertanyaan tersebut membuat kita bingung. Nah berikut ini, sejumlah pertanyaan-pertanyaan beserta jawabannya.

Tanya Jawab Masalah Seputar Pengajuan KPR

Memilih KPR bank Konvensional atau Syariah?

Tanya: Saya ingin mengajukan KPR atau Kredit Pemilikan Rumah namun saya masih bingung sebab terdapat penawaran KPR Syariah. Memangnya lebih menguntungkan mana antara KPR di bank konvensional dengan KPR bank Syariah?

Jawab: Bank konvensional serta bank Syariah mempunyai perhitungan cicilan serta prinsip kredit yang berbeda-beda. Prinsip KPR bank konvensional mengacu kepada limit kredit, tenor kredit, dan suku bunga. Sedangkan untuk KPR bank Syariah tak mengenal istilah bunga, sebab dalam hukum islam bunga bersifat riba atau mengambil keuntungan secara sepihak dari pinjaman. Maka dari itu total biaya KPR yang diajukan akan mengacu kepada harga beli properti dan ditambah keuntungan pihak bank yang bersifat flat yang sudah diketahui oleh konsumen sejak awal pengajuan KPR. Meskipun demikian, hal tersebut tidaklah menjamin total biaya KPR pada bank Syariah lebah kecil ketimbang bank konvensional.

Suku Bunga Lebih Rendah

Tanya: Saya memperoleh tawaran bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang rendah dari bank lain. Lalu apakah langsung saya ambil, ataukah terdapat pertimbangan lain?

Jawab: Bunga rendah yang ditawarkan bank pada umumnya adalah suku bunga dengan batas waktu yang tertentu yang dipakai sebagai gimmick marketing dalam menarik konsumen. Bahkan tidak jarang suku bunga yang ditawarkan oleh sejumlah bank lebih rendah dari suku bunga dasar kredit bank Indonesia. Suku bunga yang ditawarkan biasanya mempunyai batas waktu yang telah ditentukan. Masyarakat yang pada umumnya hanya termakan gimmick marketing tersebut dan tanpa mempunyai pengetahuan yang cukup mengenai suku bunga kredit maka pada umumnya mereka tidak akan siap menghadapi terjadinya perubahan installment yang berlaku.

Pindah Kredit

Tanya: Saya berniat ingin pindah Kredit Pemilikan Rumah (KPR) ke bank lain, sebab bunga pinjamannya lebih ringan, lalu bagaimana prosesnya? Apa yang harus saya perhatikan supaya tidak salah dalam melangkah?

Jawab: Proses pindah bank ataupun dalam dunia perbankan dikenal degan intilah “Take Over” kurang lebihnya sama seperti proses pengajuan KPR di awal, yaitu di mulai dari pengumpulan data yang diperlukan, analisis bank, serta proses akad kredit.

Apabila hendak memindahkan kredit ke bank lain, maka perhitungan bunga kredit tersebut akan mengikuti perhitungan awal. Sewaktu proses kredit, terdapat biaya yang akan muncul contohnya seperti biaya asuransi, biaya taksasi agunan, biaya notaris dan biaya lainnya.

Masa Kredit

Tanya: Saya ingin mengajukan KPR atau Kredit Pemilikan Rumah, lalu harus memilih masa kredit yang berapa tahun? Apakah cicilan bisa dipercepat apabila sudah berjalan?

Jawab: Sekarang ini bank menyediakan beragam pilihan masa kredit mulai dari 5 tahun hingga 25 tahun. Semakin lama jangka waktu kredit yang diambil, maka total bunganya akan semakin besar. Begitu juga dengan sebaliknya, semakin cepat jangka waktu kredit yang diambil maka total bunga semakin kecil. Memilih tenor kredit terpanjang merupakan sebuah solusi untuk konsulen dengan keterbatasan dana. Cicilan kredit bisa dipercepat namun dengan catatan konsumen mesti membayar biaya penalti yang sudah ditentukan oleh pihak bank.

Add Comment