Saat Wawancara Kerja, Perhatikan 9 Bahasa Tubuh Ini Agar di Terima Bekerja

Saat Wawancara Kerja, Perhatikan 9 Bahasa Tubuh Ini Agar di Terima Bekerja

Saat Wawancara Kerja, Perhatikan 9 Bahasa Tubuh Ini Agar di Terima Bekerja – Image: blog.talentsprint.com

Dalam proses penerimaan karyawan, terdapat sesi di mana pihak perusahaan akan mengetahui nilai, kemampuan, dan sikap kita yaitu sesi wawancara kerja. Di dalam sesi wawancara kerja, banyak hal yang mempengaruhi diterima atau tidaknya diri kita untuk bekerja.

Baca: Susah Dapat Kerja? Lakukan 4 Hal Ini

Tidak hanya CV saja, bahasa tubuh pun mempunyai peran penting dalam wawancara kerja. Bahasa tubuh yang positif dapat membantu wawancara kerja. berikut ini 10 bahasa tubuh yang dapat membantu proses wawancara kerja.

Perhatikan 9 Bahasa Tubuh Ini Saat Wawancara Kerja Agar di Terima Bekerja

Kontak Mata

Kontak mata sangat penting dilakukan. Melakukan kontak mata dengan pihak pewawancara, akan membuat pihak pewawancara merasa bahwa diri kita memperhatikan semua pernyataan.

Tersenyum

Selanjutnya tersenyum, akan tetapi bukan berarti kita mesti tersenyum sepanjang waktu. Tersenyumlah untuk hal yang tepat, misalnya sewaktu pewawancara memberi lelucon. Dengan memberikan senyuman, pihak pewawancara akan menilai bahwa kita merupakan pribadi yang menyenangkan.

Jangan Menguap

Menguap bisa memberikan tanda bahwa kita bosan, malas, serta mengantuk. Sudah pasti pihak pewawancara tidak akan menerima kita sebagai karyawan. Solusinya, tidur yang cukup sebelum melakukan wawancara kerja.

Jangan Bersandar di Kursi

Hal ini merupakan prilaku yang tidak disadari banyak orang. Selama wawancara kerja berlangsung, jangan bersandar di kursi sebab memberikan kesan bahwa kita adalah pemalas. Pastikanlah duduk dengan lurus, tegap dan memusatkan seluruh perhatian kepada pewawancara.

Tidak Menyilangkan Tangan

Duduk sembari menyilangkan tangan bisa menunjukkan bawa kita tidak mau terbuka terhadap ide dan terkesan menantang. Selama wawancara, tetap jaga tangan di atas meja serta duduk dengan postur lurus. Dengan hal ini bisa memberikan kesan bahwa kita siap untuk wawancara serta ingin mendegarkan saran dari pihak pewawancara.

Jangan Terus Menyentuh Rambut

Biasanya hal ini sering dilakukan pelamar wanita. Selama wawancara berlangsung, jangan terus menyentuh rambut sebab menimbulkan kekeliruan. Kita akan dianggap tidak memperhatikan serta mengalihkan perhatian pihak pewawancara. Sebaiknya ikat rambut dengan rapi, pihak pewawancara pun akan menilai kita sebagai orang yang rapi.

Jangan Menggunakan Banyak Gerakan Tangan

Selama proses wawancara jangan menggunakan terlalu banyak gerakan tangan. Kebiasaan ini sering kali tidak diperhatikan. Bersikaplah secara resmi selama sesi wawancara serta tidak menjelaskan semuanya diserati dengan gerakan tangan. Ada waktu-waktu tertentu dalam menjelaskan sesuatu disertai dengan gerakan tangan.

Terlalu Ramah

Selama proses wawancara jangan bersikap terlalu ramah namun jangan pula berlebihan. Tunjukkanlah sikap sopan serta profesional.

Berjabat Tangan

Di akhir wawancara kerja, sewaktu pihak pewawancara memberikan jabat tangan maka kita mesti membalasnya dengan jabat tangan yang erat dalam arti tidak terlalu lema dan tidak pula terlalu kuat. Jabat tangan menunjukkan rasa percaya diri.

 

Add Comment